Kamis, 13 Februari 2020

Wahana Logistik Agen Bogor


Telah dibuka ekspedisi Wahana Logistik Agen Bogor.
Call/SMS/WA: 081289603330 | BBM: D9BEB4FA

Ongkir Wahana hemat! Contoh:
JABODETABEK: 4rb/kg* | Bandung: 5rb/kg* | Makassar: 20rb/kg* | Medan: 18rb/kg*
Denpasar: 12rb/kg* | Batam: 18rb/kg* | Balikpapan: 20rb/kg* | Surabaya: 9rb/kg*
Semarang: 7rb/kg* | Palembang: 12rb/kg* | Yogyakarta: 9rb/kg*

1. Agen Pajajaran
Alamat: Pertokoan Sinar Bogor, Jl Pajajaran No 21 (diantara Plaza Jambu 2 & Ace Hardware)
Jam buka Senin-Sabtu 9:00 - 18:00
Lokasi di Google Maps KLIK INI
Atau search "Sinar Bogor" di Google Maps


2. Agen Villa Citra Bantarjati
Alamat: Villa Citra Raya A2/6 Tegalgundil Bogor (100m dr SMA 7 Bogor)
Jam buka Senin/Selasa/Rabu/Kamis/Sabtu 7:00 - 19:00 & Jumat/Minggu 7:00-17:00
Lokasi di Google Maps KLIK INI
Atau search "Wahana Bogor" di Google Maps























Selain menjadi Agen Wahana Prestasi Logistik area Bogor, kami juga menjati agen resmi pembayaran tagihan dan menjual perlengkapan toko online.






Senin, 25 Februari 2019

Lebih Dari Satu Bulan Belum Juga Dibuka, Blockade Jalan R3 Bogor Dijebol

Sampai hari ini jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor masih di blockade.

Penutupan jalan tersebut dilalakukan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan Kota Bogor karena lahan R3 masih sengketa.

Akibatnya akses lalu lintas pun terputus.

Banyak warga terutama pengendara motor yang menjadi korban dari penutupan jalan tersebut.

Seperti Juna, seorang pekerja antar jemput barang yang kesulitan karena jalan tersebut ditutup.

"Iya jadi lebih jauh, kerjaan kuli antar jemput laundry, biasanya saya ke daerah Villa Baranangsiang, karena akses jalan ditutup muter jauh," ujarnya.

Sementara itu akses jalan R3 yang semula di blockade menggunakan barier beton pun di jebol.

Beberapa pengendara motor pun nekat menaiki trotoar untuk bisa melintasi jalur R3.

Kebun Raya Bogor Akan Terapkan Larangan Mobil Pengunjung Berstiker Capres-Cawapres

Manajemen Kebun Raya Bogor akan menerapkan aturan soal pelarangan terhadap mobil pengunjung yang berstiker capres-cawapres maupun yang berbau politis lainnya.

Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Hendrian menuturkan, hal tersebut dilakukan agar kawasan Kebun Raya Bogor tetap menjadi tempat netral dan non-politis.

"Kami ingin menyampaikan, Kebun Raya Bogor ini adalah fungsinya konservasi, penelitian, pendidikan lingkungan. Tentunya, kami harus menjaga hal itu," ucap Hendrian, saat ditemui di Kebun Raya Bogor

"Mungkin demi kebaikan bersama sebaiknya hal-hal yang bernuansa kampanye dan lain sebagainya, jadi tidak satu atau dua hal, kita jaga bersama lah," katanya. 

Terkait insiden salah satu mobil pengunjung yang dilarang masuk karena berstiker capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, Herdian berdalih hal itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara petugas di lapangan dengan pengunjung yang bersangkutan. 

Meski begitu, kata Herdian, di akhir pembicaraan, pengunjung tersebut diperbolehkan masuk. 

"Itu lebih kepada kesalahpahaman ya, bukan insiden. Jadi, kemarin sore ada pengunjung yang ingin masuk ke sini dan dikendaraanya itu ada stiker salah satu pasangan capres-cawapres," sebut dia. 

"Dan menurut laporan temen-temen yang bertugas di lapangan, saat itu ada beberapa orang yang minta izin menanyakan dulu. Jadi, sifatnya hanya memastikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak perlu," sambungnya lagi. 

Kurangi Macet, Pembangunan LRT Diusulkan hingga ke Bogor

Berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak terus dilakukan Pemkab Bogor. Selain one way atau satu arah, penting juga dilanjutkan pembangunan kereta Light Rail Transit (LRT) yang saat ini baru sampai Cibubur, dilanjutkan hingga Desa Cibanon, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut akan bermanfaat mengurai kemacetan bukan hanya disekitar Sukaraja saja, tapi juga berdampak hingga kawasan Puncak. "Maka dari itu, dalam setiap kesempatan, Pemkab selalu mengusulkan dan berharap agar pembangunan LRT yang dikerjakan pemerintah pusat berlanjut hingga Kecamatan Sukaraja," ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Supriyanto.

Menurut Supriyanto, transportasi LRT yang dalam waktu dekat beroperasi hingga Cibubur diharapkan secepatnya bisa berlanjut hingga Cibanon, Sukaraja, Kabupaten Bogor."Karena di lokasi ini, kami sudah menyediakan lahan fasos fasum sekitar 10 hektare. Sehingga, selain bisa digunakan untuk LRT, minimal dua hektare bisa dibangun park and ride untuk kendaraan yang hendak ke Puncak," ujarnya.

Dia menuturkan, park and ride itu sangat bermanfaat sebagai solusi kemacwtan Puncak, karena masyarakat dapat memarkirkan kendaraannya. "Daripada terjebak macet berjam-jam tidak bisa naik (ke Puncak) mending naik bus pengumpan. Misalnya ketika sedang berlaku sistem satu arah. Busnya itu mungkin, bisa minta bantuan dari Taman Safari atau Taman Wisata Matahari," terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini Pemkab juga saat ini secara umum sedang berusaha melakukan penataan transportasi sesuai pembahasan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ)."Kita sudah mengalokasikan dana senilai Rp500 juta. Dana yang disediakan untuk RITJ tidak hanya bersumber dari APBD, melainkan juga APBN, APBD Provinsi, dan dari swasta," tuturnya.

Sebab, lanjut dia, jika hanya mengandalkan dari pemerintah, untuk menata transportasi menjadi hal yang sulit dan mustahil. "Kita harapkan sinergi, sekarang sedang disusun dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian yang lain, mana yang harus dianggarkan APBD mana yang Pemerintah Pusat atau provinsi, atau swasta," terangnya.

Terkait dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, sedang merancang sejumlah program untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan transportasi publik.

"Langkah upaya kita dalam penyediaan moda transportasi publik di Kabupaten Bogor itu banyak. Baik yang berbasis jalan dalam konteks angkutan massal, maupun rel kereta. Kita mengharapkan ada percepatan pembangunan sejumlah Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini pertama adalah dalam mendukung program pemerintah pusat dalam mengintegrasikan sarana transportasi Jabodetabek sebagai upaya menggeser masyarakat agar beralih dari angkutan pribadi ke umum.

"Kemudian sebagaimana target Bupati Bogor yang sekarang ini, permasalahan transportasi publik yakni jalan di Kabupaten Bogor ini masih banyak yang belum terinjak angkutan umum. Targetnya kalau tak salah 80% jalan-jalan di Kabupaten Bogor diisi angkutan umum (angkot dan bus). Sekarang baru 60%," paparnya.

Terkait angkutan massal, pihaknya selalu berkordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Saat ini, pihaknya masih bekerjasama dengan BPTJ, khususnya menyangkut supply and demand. "Sedangkan untuk yang jalan raya itu kewenangan kita. Sehingga tujuan kita sebagai pelayan masyarakat terpenuhi. Sebab sudah menjadi kewajiban kita menyediakan angkutan umum agar masyarakat dalam beraktifitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain bisa berbiaya murah," ucapnya.

Kamis, 24 Januari 2019

Demi Merangkul Suporter Jawa Barat, Bogor FC Tambah Nama

Keputusan ini diambil agar suporter Laskar Kujang tak sebatas warga Bogor saja.

Bogor FC akan mempunyai sesuatu yang baru untuk kompetisi Liga 2 2019. Klub berjulukan Laskar Kujang tersebut berencana mengubah nama menjadi Pajajaran Bogor FC.

CEO Bogor FC Effendi Syahputra menjelaskan keputusan ini diambil untuk merangkul suporter yang berada di Jawa Barat. Ia mau pendukung timnya tak hanya sekadar warga Bogor saja.

Effendi pun menyebutkan hal ini akan dibicarakannya kepada PSSI ketika Kongres Tahunan dilaksanakan. Agenda tersebut berlangsung di Bali pada 20 Januari mendatang.

"Saat di kongres nanti, ada kemungkinan kami akan memasukan proposal bahwa akan ada penambahan nama, menjadi Pajajaran Bogor FC, untuk meliputi seluruh teman-teman yang ada di daerah lain seperti Depok, Sukabumi, Ciawi, Cianjur," kata Effendi.

"Jadi menegaskan lagi bahwa kami Jawa Barat, seperti kerajaan Pajajaran. Kami ingin memastikan bahwa Bogor ini tidak ada sekat, seluruh Bogor, dan ini juga masih menunggu persetujuan PSSI," tambahnya.

Bogor FC jadi satu di antara klub dari Liga 3 yang promosi ke Liga 2 musim ini. Vladimir Vujovic bakal menjadi pelatih klub tersebut menggantikan posisi Jan Saragih.

Sumber: http://goo.gl/DjJK6V/a>


Rabu, 23 Januari 2019

Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Rencananya, tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan kembali membangun empat sekolah menengah pertama (SMP) Negeri.

Hal tersebut, disampaikan Kadisdik Kabupaten Bogor Luthfie Syam saat ekspos program kerja di Ruang Rapat Pendopo Bupati Kabupaten Bogor,

Kadisdik Luthfie Syam menjelaskan, ekspos dilakukan untuk memberikan gambaran, terkait berbagai hal serta program yang menjadi kegiatan kerja Disdik di tahun anggaran 2019.

“Selain penjabaran prihal berbagai program kerja. Melalui ekspose ini Disdik juga memaparkan langkah-langkah teknis, serta kebutuhan pengambilan kebijakan demi mendukung 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor,” jelasnya, seperti dilansir Radar Bogor dalam keterangan resmi Disdik lewat Webnya.

Dipaparkan Luthfie, setidaknya penjabaran program meliputi kegiatan sarana dan prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, kebijakan struktural, hingga wacana pengimpelentasian Pancakarsa.

Namun, terdapat beberapa paparan program kerja yang dinilai memerlukan, langkah serta kebijakan cepat dari Pemerintah Daerah (Pemda).

“Di antaranya kebijakan tersebut yakni, pembenahaan dan revisi pembubaran UPT Pendidikan, penerbitan SK lokasi bagi empat SMP negeri yang akan dibangun, dan pengisian kursi kepala sekolah,” paparnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor, Didi Kurnia. Didi mengatakan, hingga saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Disdik. Terutama perihal penerbitan SK lokasi bagi empat SMP negeri.

“Ke empat SMP negeri tersebut yakni, SMPN 2 Tajurhalang, SMPN 3 Jonggol, SMPN 4 Gunungputri, dan SMPN 3 Megamendung,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengemukakan, dirinya berharap persoalan yang ditemukan dalam realisasi program kerja Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD). Mampu diatasi bersama tanpa harus berbenturan dengan payung hukum.

“Dari program yang dijabarkan Disdik sangat menggugah antusias kita untuk merealiasikan. Terlebih, terdapat program baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan pendidikan masyarakat,” ucapnya.

Sambung Iwan, guna melihat progres kerja pasca penjabaran program hari ini. Pihaknya berencana melakukan agenda rapat pembahasan dalam kurung waktu tiga bulan kedepan.

“Hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana program sudah berjalan. Selain itu sebagai identifikasi apa saja kendala yang ditemui, agar bisa diselesaikan secepat mungkin tanpa memakan waktu lebih lama,” pungkasnya.

Bogor Street Festival 2019 Ditarget Sedot 100.000 Pengunjung

Pesta Rakyat Bogor, Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2019 akan kembali digelar di sepanjang Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, pada 19 Februari mendatang. Event ini ditarget dihadiri lebih dari 100.000 pengunjung.

Ketua Panitia Bogor Street Festival CGM 2019, Arifin Himawan, mengatakan, Bogor Street Fest CGM merupakan aksi budaya dari Kota Bogor untuk Indonesia yang dicanangkan sebagai upaya pemeliharaan nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

"Untuk tahun ini, kita secara konsisten, mengusung tagline 'Ajang Budaya Pemersatu Bangsa'. Berupa pagelaran seni maupun karnaval dengan sebutan Katumbiri Lighting Festival," ujar Arifin kepada wartawan di Balai Kota Bogor.

Ia menjelaskan, Katumbiri yang dalam bahasa Sunda berarti pelangi, memberikan gambaran keberagaman warna-warni yang menyatu dalam satu garis melingkar sehingga menciptakan keindahan.

"Bentukan pelangi yang merupakan pantulan dari cahaya matahari menguatkan tema keterkaitan antara lighting atau cahaya dengan pelangi," jelasnya. (Baca juga: Jokowi Hadiri Bogor Street Festival )

Bentukan itu biasanya terjadi karena hujan yang juga dihubungkan dengan Kota Bogor sebagai Kota Hujan. Hal ini menggambarkan bahwa Kota Bogor mampu memberikan keindahan dalam perbedaan dan keberagaman yang menyatu dan bersama dalam kemasan budaya.

Menurut dia, Bogor Street Festival ini merupakan rangkaian puncak acara Cap Go Meh yang juga bakal dimeriahkan marching band, paskibraka, marawis, parade seni dan budaya, liong–barongsai. Sebelumnya, pada 12-18 Februari 2019 diisi kegiatan bakti sosial, wayang potehi, dan pada 14-17 Februari 2019 ada bazar rakyat.

"Yang berbeda tahun ini dibuka dengan seni pertunjukan kolosal bertema katumbiri yang menghadirkan penari gabungan dari berbagai sanggar di Kota Bogor. Peserta karnaval juga dikemas dengan tampilan lighting yang apik dan menarik," paparnya. 

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menyatakan siap mendukung penuh kegiatan yang memang layak dan pantas untuk diselenggarakan. 

"Karena selain menjadi daya tarik wisatawan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya acara tersebut juga mampu menjadi ajang budaya pemersatu bangsa. Maka dari itu saya dan Muspida selalu memilah dan memilih kegiatan yang memang sejalan dengan visi misi Pemkot Bogor," tandasnya. 

Pesta Rakyat ini layak didukung karena diperkirakan mampu menyedot perhatian pengunjung dari berbagai daerah yang diperkirakan mencapai 100.000 orang. "Sebab seperti disampaikan panitia tadi, banyak kesenian dan kebudayaan tradisional yang akan ditampilkan,” ujar Bima. 

Ia menambahkan, event besar yang sudah ada sejak zaman dulu ini juga menggambarkan bahwa karakter warga Kota Bogor yang sangat cinta pada keberagaman dan menjaganya hingga sampai saat ini.

"Bogor Street Fest CGM 2019 adalah momentum bagi orang Bogor untuk memperkenalkan titik yang paling seksi di Kota Bogor yaitu pecinan Suryakencana. Nantinya mungkin Chinatown yang original hanya ada di sini, dan CGM akan menjadi perkenalan pertama untuk pendatang,” pungkasnya.